Skip to main content

Rapat Pertama Gaes! (Day 2)


Oke, di judul udah jelas ada tulisan besar menganga lebar dengan selamat sentosa yaitu DAY 2 yang artinya hari kedua. Ya, ini adalah tulisan tentang pengalaman gue di hari Kedua KKN. Mungkin buat yang belum baca DAY 1, coba baca dulu. Ga mau? Merasa gak penting? Udah merasa ganteng? Lo Digo GGS? Yaudah.

Day 2 (KKN)
Hawa dingin menusuk tulangku. Membangunkanku dari lelap tidurku tadi malam. Kubuka kelopak mataku, seakan memaksa cahaya memasukinya. Kulihat sekelilingku, kulihat ada banyak rumput, dan kerikil kerikil tajam berduri tumpul di depanku. Aku sadar… Stop! Stop! Ini bukan novel! Maaf life reader gue emang lagi dalam pengaruh novel jadi keterusan ketulis disini. Mungkin cerita kedua ini akan sedikit banyak sama dengan cerita pertama gue, toh kegiatan yang gue dan teman-teman se posko lakukan selama hari kedua ini hanya buat papan plang KKN doang, sama rapat-rapat gak penting. Serius gak penting!

Alkisah di hari kedua KKN gue, setelah bangun dari tidur yang nyenyak dan nyaman ini, gue langsung liat jam. Jam menunjukkan pukul 05.30. Wah, gue pikir cukup hebat bagi seorang gue buat bisa bangun jam segini. Gue sadar. Jirr! gue telat solat subuh! But it’s okey! Better late than nothing. Dengan segala kesadaran yang gue miliki gue beranjak dari tempat tidur langsung terbang menuju kamar mandi. Tapi, sewaktu gue lagi asik terbang, tiba-tiba gue keinget tentang wudhu kemaren siang yang airnya sedingin kulkas rumah gue. Kenapa bisa begitu? Gue denger-denger, konon dulu di Wonosobo itu ada seorang sakti, semacam avatar pengendali air gitu deh yang suka menolong orang. Namun suatu ketika, orang itu dikucilkan oleh masyarakat karena membunuh seorang wanita muda cantik. Padahal, bukan ia pelakunya. Karena marah, orang sakti itu kemudian membuat kekacauan di Wonosobo. Dia menyentuh air yang ada di Wonosobo dengan tangannya sambil mengeluarkan kekuatannya.  Sehingga air di Wonosobo itu menjadi dingin sampai sekarang. Serius? Enggak, gue becanda lol.

Yang jelas air di posko gue itu dingin banget. Gue inget kemaren siang aja pas wudhu, temen se posko gue langsung jerit-jerit kaya monyet lepas dari Ragunan gegara menyentuh air Wonosobo. Bisa dibayangin kan, siang-siang aja temen gue jerit jerit, apalagi pagi pagi buta seorang pemuda kayak gue yang belum bisa dikatakan matang mencoba memberanikan diri untuk menyentuh air tersebut? Are you lost your mind? Gila! Apa kata dunia? Apa kata mak erot? Apa jadinya? Apa? Sebetulnya gpp sih, Ya, alhamdulillah, sebetulnya airnya cukup dingin buat memberi gue kesadaran di pagi hari yang indah ini. Ceileee.

Setelah ambil wudhu dan solat, kemudian gue ngopi-ngopi lucu sebentar sambil mikirin cara buat plangnya. Gue jadi keinget hari sebelum gue berada di posko. Waktu itu ada temen yang ngusulin kalo mendingan papan penunjuk udah dibuat dari kampus biar gak repot pas di posko. Tapi, usul semacam itu gak akan menembus dinding kedablegan gue yang tebelnya minta ampun.

Oke sebetulnya nembus dikit. Gara-gara usulan itu, gue smsin temen-temen bakal calon seposko gue buat bikin plang penunjuk jalan. Pas, tepat sebelum gue sms mereka, salah seorang bakal calon temen seposko, si Irma sms gue kalo mending buatnya dari print-print an terus di laminating. Oke, ide yang cemerlang. Tapi.. ya namanya gue. Gue sms ke mereka suruh nge-print plus laminating tapi gue sendiri malah enggak. Soale apa? Gue kepikir kalo plang model laminating bakalan ngembun dan bikin tulisan macam gitu luntur gak karuan. Tapi… ternyata pikiran gue salah. Cara praktis semacam itu berguna dan menghemat dana banget.

Lanjut, Pas gue lagi ngopi-ngopi lucu sendirian, Mas Wildan bangun dan solat. Jelas, solatnya juga telat sama kayak gue. Gue pikir, kalo gue bikin agama baru, mungkin orang pertama yang jadi pengikut gue adalah mas Wildan. Haha Peace mas! Setelah gak lama ngopi-ngopi bareng, ternyata sarapan udah jadi. Waw! Hari pertama sarapan di posko! Menu lengkap selengkap lengkapnya. Lebih banyak dari menu yang ada di kontrakan. Malah, kalo dikontrakan gak bisa makan seenak dan selengkap ini. Bisa dibilang ini adalah menu 4 sehat belum sempurna, karena gak ada susu. Alah, persetan dengan susu, toh gue juga gak bakal lebih tinggi lagi. Tanpa basa-basi, gue langsung ambil nasi plus follower-followernya. Sambil makan gue mikir, apakah kenikmatan ini akan bertahan sampai 43 hari kedepan ya Tuhan?. Hanya tuhan dan dompet yang tahu.

Setelah makan dan mendapati notif di hape bahwa jam 11 nanti, Kormades- yaitu gue- disuruh kumpul ikut rapat di Kecamatan, gue langsung bergerak. Sekitar jam setengah 9an gue sama mas wildan kemudian berencana turun ke daerah pasar Kertek buat cari barang-barang yang dibutuhin buat bikin papan plang. Setelah sebelumnya kita dapat pinjaman palu dan paku dari pak Tuwat maka sisa barang yang dibutuhkan untuk pemasangan plang cuma papan, balok kayu yang panjang-panjang itu, dan cat spray. Dari posko kita turun bawa gergaji, palu paku, cetakan plang yang dibuat kemaren malem, sama laminatingan plang yang udah jadi. Sebelum kita turun sebenernya kita udah dikasih tau sama pak Tuwat tentang lokasi pembelian papan dan tetek bengeknya yang sama sekali gue gak mudeng tempatnya. Tapi bermodalkan kenekatan dan infromasi yang bocor itu gue langsung menuju lokasi tempat terdekat buat beli barang-barang. Dan benar, kita nyasar! Persetan dengan itu, gue usulin ke mas Wildan kalo lebih baik turun langsung ke pasar Kertek, kita adakan blusukan! Sidak pasar! Sebenernya jarak dari desa menuju pasar Kertek itu gak jauh. Berhubung medan yang kita lewati gak semulus pahanya cherrybelle makanya perjalanan seakan jauh kayak Journey To the West nya Sun Go Kong.

Setelah melewati jalanan yang cukup keren itu, kita melewati desa Purwojati yang disitu ada posko temen sejurusan dan seprodi gue yang cantik dan imut-imut namanya Mila dan temen se daerah gue, dari Bekasi atau Tanggerang gue lupa, namanya si Tris. Well, kita gak main ke posko mereka buat nanya nanya cara buat plang dan sebagainya. Kita Cuma lewat lewat unyu sambil bingung nyari tempat penjual kayu yang buka. Setelah muter-muter sebentar, ketemu tempat penjual kayu. Disana tersedia berbagai macam kayu, gue gak tau sama jenisnya, yang jelas dari ukuran dan bentuk kayu-kayunya ada yang pas sama yang kita butuhin. Setelah gue tanya harganya, dengan sedikit kaget dan tersenyum. Eh enggak, gue gak tersenyum. Soalnya harga kayunya murah-murah banget, Cuma sekitar 2ribu perak per batang. Setelah berunding dengan cepat, mas wildan memutuskan untuk membeli 4 batang kayu panjang dengan ukuran kecil dan satu batang kayu dengan ukuran lebih besar. Semua ada, tapi sayang, gak ada papan. Kata yang jual, tokonya lagi keabisan stok papan. Setelah dapat kayu penyangga, kita lalu lanjut turun ke daerah pasar, dan masuk ke sebuah toko material buat beli papan.. Kita beli papan seharga 40 ribu rupiah dan minta dipotongin sekalian. Selain papan kita juga beli 2 cat spray, hitam dan putih seharga 30 ribu rupiah.

Setelah semua barang terkumpul, kita lanjut mengecat plang dan memasang papan plang penunjuk lokasi posko di lokasi pertama yaitu di depan Gapura masuk ke Desa Pagerejo yang sebetulnya milik desa Purwojati. Setelah mencari tanah yang tepat plus dipinjami linggis dari orang sekitar, kita lanjut gali plang sedalam-dalamnya. Seorang pengojek bilang, Kampret! Keras juga tanahnya! Lalu saat gue lagi kaget karena ada seorang pengojek bilang gitu ke gue, seorang ibu-ibu yang turun dari tukang ojek itu menghampiri gue dan mas Wildan. Mungkin melihat kekampretan yang kita alami, membuat beliau jadi sedikit kasihan. Beliau menyarankan bahwa kita disuruh memasang plang di depan gang Kalikuto yang waktu itu gue bener-bener gak tau dimana gang kalikuto itu. Dengan mengiyakan perkataan sang ibu, kemudian ibu-ibu itu pergi menghilang. Wow, gue pikir abis ini bakal ada Dewi Persik dateng dan secara gak sadar ternyata gue ada di sebuah film horror karya Punjabi itu, ternyata enggak. Sayang sekali.

Setelah gak menggubris usulan dari ibu-ibu tadi, kita kemudian tetap memaksakan kehendak memasang plang di lokasi ini. Plang pertama sudah terpasang dengan kokoh. Tepat, jam 11 lebih banyak, oke itu gak bisa dibilang tepat, kita lanjut perjalanan dengan tangan kotor penuh tanah menuju ke kecamatan Kertek buat ngikutin rapat. Ternyata di kecamatan udah ada banyak orang dan para kormades udah duduk santai disitu. Disitu di rapatkan bahwa, rapat semacam ini akan diadakan seminggu sekali guna mengevaluasi dan membantu teman-teman di desa masing masing. Rapat ini secara pribadi gue sebut Rapat Mandiri Kecamatan. Well, secara keseluruhan, gue pikir rapat semacam ini akan membantu buuaaaanget buat orang-orang minus program kerja kayak gue, secara katanya akan dibantu menentukan progja dan masalah masalah yang dihadapi di desa.

Rapat berjalan cukup alot, seorang peserta rapat ada yang menggebrak-gebrak meja dan menari-nari sambil nyetel lagunya Cita Citaka, ada lagi orang yang ngelucu dengan menyatakan menolak mentah-mentah rapat semacam ini. Gue? Gue setuju-setuju aja. Setuju sama suara terbanyak maksudnya. Mungkin kalo orang yang gebrak-gebrak meja sambil joget lagunya Cita Citaka itu ada 70 persen dari seluruh peserta rapat, maka gue akan melakukan hal yang sama, kecuali sambil joget plus nyetel lagunya Cita Citaka.

Setelah rapat yang alot, di tentukan bahwa setiap sabtu akan diadakan rapat seperti ini, Dan Jum’atnya posko gue akan kedatangan rombongan pengurus kecamatan. Well, I can’t wait for that! Bukan sama kunjungannya, melainkan evaluasi yang dilaksanakan. Bagi gue, KKN merupakan persaingan kepemimpinan yang akan membawa desa dan kelompok yang dipimpin ke arah yang lebih baik. Gue gak sabar, program apa yang akan gue dan kelompok gue buat di desa yang gue singgahi. Gue juga gakk sabar, lihat temen-temen KKN dari desa lain dengan program-programnya.

Setelah rapat, waktu menunjukkan pukul 13 lewat. Gue dan mas Wildan berniat balik jalan ke posko buat lanjutin bikin plang. Tapi, selama dalam perjalanan, kita berubah pikiran karena ternyata di balai desa sedang ada rapat, sekaligus memperkenalkan tim KKN desa Pagerejo ke perangkat desa, tau gitu terus kita langsung balik ke posko. Setelah balik dan ikut rapat di balai desa, gue solat dan makan. Gue balik ke kamar buat mikirin program apa aja yang bisa dibuat di desa ini. Sambil mikirin itu gue ketiduran. Kampret! kalo udah disconnect gue emang gak cocok buat mikir.

Gue bangun sekitar jam 5an sore terus mandi, solat, dan makan sambil ‘terpaksa’ nonton acara tebak tebakannya Tukul yang kalo di kontrakan merupakan acara yang enggak banget. Gue bingung, acara kayak ginian disini malah jadi seru. Setelah nonton Tukul, kita berlima ngadain rapat dan membahas tentang program yang akan kita buat dan juga membeberkan hasil rapat tadi siang di kecamatan. Setelah rapat yang malah melencong kemana-mana, kaya bencong akhirnya kita sepakat untuk main poker sampe malem. (Lhoh…) Sebuah permainan yang biasa-biasa saja, namun sebuah permainan poker yang berlandaskan kebersamaan. Kebersamaan yang selama ini gue anggap gak ada. Kebersamaan yang mengakhiri hari kedua gue dan temen-temen seposko disini.

Day 2 ended at 1.00 AM

Oke, sebelum saya tutup, di hari kedua KKN ini. Saya merasakan bahwa kebersamaan perlu dijalin sebagai bentuk sosial dan bentuk ‘nyata’ dari kehidupan manusia.
Kebersamaan perlu ada untuk membuat jiwa seseorang hangat. Kebersamaan tidak bisa tiada dan gagal memasuki diri orang yang sudah beku hatinya, diri orang yang sudah tidak percaya akan adanya kebersamaan itu sendiri. Kepada diri orang yang mengaku menutup dunia namun menunggu kehadiran dunia lain.
Kebersamaan akan mengubah hal itu, dan membuat semua orang tau bahwa kebersamaan akan menjaga hati seseorang dari dinginnya Imoralitas dunia.

Comments

Popular posts from this blog

[REVIEW] SADES SA-711 A.K.A Chopper

U Yeah! Ohayou Mas Mas. Jika purnama di Beijing beda sama di Jakarta maka ijinkan lah gue untuk me- review salah satu produk gaming gear buatan negeri tirai bambu ini, SADES SA-711 Alias Chopper . Brand gaming gear  yang merupakan salah satu official sponsor untuk  WCG –World Cyber Game- 2013  yang satu ini emang berhasil menyita seluruh perhatian gue saat kemarin dateng ke WCG di Kunshan, China. ngarep Sebagai salah satu official sponsor untuk event tahunan yang super kerenbeken seperti WCG, tentu yang terlintas dipikiran gue adalah harga, maklum gamer kere. Tapi ternyata... its kind of mind blowing for me. phew! phew! SADES SA-711 gue beli dari salah seorang penjual online shop di Kaskus   seharga $15. Waktu itu gue emang lagi dapet rezeki sedikit, dan berhubung headset Logitech gue udah pensiun dini maka gue berinisiatif buat cari penggantinya. Setelah browsing, ada beberapa merek yang nongol, seperti SteelSeries, Bloody, Creative, Razer, dll. Tapi s...

[REVIEW] Minute Maid Nutriboost

Sebenernya alasan kenapa gue pengen bikin review ya cuma biar keliatan keren aja kayak blog blog lain gitu, tapi setelah mikir lama, kok gue malah bingung sama apa yang pengen gue review ya? Secara gue bukan promotor yang dikasih gratis barang-barang baru, dan dompet gue juga gak setebel dompet bapak gue pas dateng ke CEO summit kemarin. Tapi, selagi bingung kayak gini, tiba-tiba tuhan memberi gue ide, yaitu review tentang brand-brand makanan yang baru muncul, dan iniliah jadinya… review pertama gue tentang Minute Maid  Nutriboost…hiks hiks… ( ಠ_ಠ)

[REVIEW] BABYMETAL

Gue adalah seorang pemuda yang doyan musik. Hampir semua jenis musik yang ada di dunia ini gak pernah bermasalah sama kuping gue. Mau Pop, Dangdut, Ballad, Rock maupun Metal semuanya gue lahap. Yah, walaupun akhir-akhir ini dangdut agak songong, sih. Anyway, diantara semua jenis musik, biasanya yang paling ngena ke gue adalah jenis musik yang bisa dibilang unik . Gue tertarik sama jenis musik yang catchy gitu deh. Yang kalo di denger 3 kali bakal bikin gue nge- rewind sampe 10 kali. Dan gue baru aja menemukannya (lagi) pada Babymetal. METAL TIDAK PERNAH TERASA SEIMUT INI Babymetal adalah nama dari sebuah triopecicildanband . Sorry gue bikin sebutan sendiri, soale gue bingung. Mau dibilang band? yang ada mukanya cuma 3 orang yang nari dan nyanyi doang, yang main alat musik, gak pernah keliatan mukanya. gak fair! -curcol- Mau dibilang Girlband? Pemain musiknya selalu ngikutin kemana aja dan dari bentuknya kayaknya mereka cowok, jadi gak bisa. Mau dibilang Metal Voca...