
Seperti yang udah kita ketahui, bahwa beberapa hari yang lalu, Presiden kita telah membuat keputusan yang bisa dikatakan cukup Amazing! Fantastis! bombastis! Eaa! Eaa! Eaa! Oke Stop! jangan kayak Tukul.
Pada tanggal 17 November 2014 kemarin, sebuah rekor sejarah baru dilahirkan oleh pak Jokowaw. Rekor tersebut berupa sebuah kebijakan untuk menaikan harga BBM subsidi sebesar Rp 2000,00. Jelas, kebijakan tersebut sangat kontra dengan 'penglihatan' masyarakat yang mengagumi pak Jokowaw dengan sifat pro rakyatnya. Selain itu kebijakan ini juga bisa dikatakan bold, mengingat bahwa saat itu harga minyak bumi sedang turun. Such a brave decision, sir!
Seperti yang sudah-sudah, kenaikan harga BBM Subsidi secara otomatis akan mendongkrak kenaikan harga barang lain. Maka kita gak perlu heran kalo melihat banyak masyarakat yang akan menolak kebijakan tersebut. Oke, mungkin gue termasuk. Eh iya ya?
Nah, buat kalian yang bingung sama kenaikan harga BBM subsidi, dalam hal ini Premium dan Solar, gue punya sedikit saran yang mungkin akan membantu ke-geli basah-an lo menghadapi kenaikan BBM saat ini, yaitu dengan memberi sebuah fakta (emm, mungkin enggak) tentang perbandingan penggunaan bahan bakar.
![]() |
| Ilustrasi |
Mendingan pakai Pertamax atau Premium?
Oke, pernah gak sih lo mikir dengan kenaikan harga BBM subsidi sebesar 2000 perak, dalam hal ini Premium ke 8500 rupiah, membuat lo berpikir tentang kehematan antara menggunakan Premium atau Pertamax. Dalam hal ini Premium dengan kandungan oktan sebesar 87 dan Pertamax 92 dengan kandungan oktan 92. Oh iya, ini khusus pengguna Premium ya. Sorry buat pengguna solar. Gue saranin lo mending lari ke hutan terus belok ke pantai. Iya… kamu kan harus cari ikan. lolOke, sekarang kita ambil aja sebuah contoh pertanyaan. Berapa jumlah jarak yang bisa lo tempuh dengan 1 liter Premium dan berapa jumlah jarak yang bisa lo tempuh dengan 1 liter Pertamax?
Menurut riset yang dilakukan oleh Syukhri Akhsani di syukhriakhsani.blogspot.com, maka untuk 1 liter Premium dengan motor Honda Supra X 125R produksi tahun 2007, ditemukan fakta yang cukup mencengangkan (Cak Lontong) yaitu 49,5 KM per liter untuk Premium dan 63,4 KM per liter untuk Pertamax .
Now, yang penting, apakah lebih hemat menggunakan Pertamax atau Premium?
Jika mengikuti harga pertamax yang saat ini mencapai Rp 10.200,00/liter dan Premium sebesar Rp. 8500,00/liter maka didapat persentase seperti dibawah ini.
(63,4 / 49,5) x 100% = 128%
Artinya : 1 liter Pertamax bisa menempuh jarak 28% lebih jauh dibandingkan 1 liter Premium. Efisiensi Pertamax 28% lebih besar daripada Premium.
Lalu,
Kita bandingkan dengan harga :
Ketika saat itu tahun 2010 (mas Syukhri melakukan riset) : harga pertamax lebih mahal 27%
1 liter Premium : oktan 87 : 4.500
1 liter Pertamax : oktan 92 : 5.700
Ketika saat ini tahun 2014 : harga pertamax lebih mahal 20%
1 liter Premium : oktan 87 : 8.500
1 liter Pertamax : oktan 92 : 10.200
Kesimpulannya adalah, kita lebih hemat menggunakan Pertamax selama persentase harga masih dibawah persentase efisiensi.
Lihat persentase efisiensi dan persentase harga : persentase harga lebih rendah dibandingkan persentase efisiensi,… Artinya untuk saat ini kita bisa lebih berhemat apabila menggunakan Pertamax. (dengan catatan motor yang sama).
Selain itu dengan menggunakan Pertamax tidak hanya persentase keuntungan kehematan yang kita dapat tapi beberapa keuntungan lain yaitu berupa
- Akselerasi / tarikan mesin lebih responsif
- Top speed lebih tinggi
- Suara mesin lebih halus
- Mesin tidak cepat panas
Gimana? Tertarik?

Comments
Post a Comment